#Prompt itu briefing, bukan mantra
Materi pertama sudah memberi formula tiga bagian: peran, konteks, tugas. Mulai di sini kita bongkar formula itu jadi enam bagian dan pakai sisa kelas untuk melatih satu per satu.
Prompt yang bekerja mirip briefing ke rekan baru: dia cepat, tapi belum tahu apa pun soal pekerjaanmu. Enam bagian inilah yang membedakan jawaban "lumayan" dari jawaban yang langsung bisa dipakai.
| Bagian | Isinya | Contoh singkat |
|---|---|---|
| Peran | siapa dia saat menjawab | "Kamu editor bahasa Indonesia" |
| Konteks | latar dan pembacanya | "untuk pelanggan UMKM di Bandung" |
| Tugas | satu kata kerja yang jelas | "tulis ulang", "ringkas", "bandingkan" |
| Format | bentuk jawaban | "tabel 3 kolom", "maksimal 5 poin" |
| Batasan | pantangan | "tanpa istilah asing, tanpa emoji" |
| Contoh | satu sampel hasil yang benar | potongan kalimat gaya kamu |
#Yang buruk vs yang diperbaiki
Buruk — terlalu umum, jawabannya pasti generik:
Tolong buatkan caption promosi.
Diperbaiki:
Kamu penulis konten UMKM. Aku jual kopi bubuk 200 gram harga Rp45.000,
pembelinya ibu-ibu usia 30-45 di Bandung yang memesan lewat WhatsApp.
Tulis 3 caption Instagram, masing-masing maksimal 2 kalimat, dan kalimat
terakhirnya mengajak chat WA. Tanpa tagar, tanpa emoji.
Bedanya bukan panjang, tapi jumlah keputusan yang sudah kamu ambil untuk AI. Setiap keputusan yang tidak kamu tulis akan ditebak sendiri olehnya — dan tebakannya adalah rata-rata internet, bukan usahamu.