Belajar AI bareng Rahman · Pemula
Teknik menyusun prompt agar AI memberi jawaban akurat, konsisten, dan sesuai kebutuhan.
Course outline
Pilih satu materi. Course adalah peta; setiap pelajaran punya halaman dan konteksnya sendiri.
Pelajaran 01
Formula sederhana 1. Peran — "Kamu adalah editor bahasa Indonesia." 2. Konteks — beri latar belakang & batasan. 3. Tugas — apa yang diminta, sejelas mungkin. 4. Format — bentuk output: poin, tabel, panjang maksimal. Prom
Pelajaran 02
Zero shot vs few shot Zero shot — langsung minta tanpa contoh. Few shot — beri 1–3 contoh input → output; model meniru polanya. Few shot sangat ampuh untuk output berformat konsisten mis. klasifikasi atau gaya penulisan
Pelajaran 03
"Pikirkan langkah demi langkah" Untuk soal logika atau hitungan, minta model menjabarkan penalaran sebelum memberi jawaban akhir. Ini menurunkan kesalahan. Contoh: "Jelaskan langkah langkahnya dulu, baru beri jawaban akh
Pelajaran 04
Halusinasi = jawaban ngawur yang terdengar meyakinkan Cara menekannya: Minta model mengutip sumber atau berkata "tidak tahu" bila ragu. Beri konteks / data sendiri, jangan andalkan ingatannya. Verifikasi setiap klaim pen
Pelajaran 05
Prompt itu briefing, bukan mantra Materi pertama sudah memberi formula tiga bagian: peran, konteks, tugas. Mulai di sini kita bongkar formula itu jadi enam bagian dan pakai sisa kelas untuk melatih satu per satu. Prompt
Pelajaran 06
Peran memilih kosakata, konteks mengisi fakta Materi pertama menyebut peran dan konteks dalam satu baris. Ini versi panjangnya — dua bagian yang paling sering ditulis asal asalan, padahal paling murah diperbaiki. Keduany
Pelajaran 07
Menjelaskan gaya itu sulit, menunjukkan gaya itu mudah Materi kedua sudah memperkenalkan istilah few shot. Di sini kita pakai betulan: berapa contoh yang cukup, contoh seperti apa yang menolong, dan kapan justru merusak.
Pelajaran 08
Format yang tidak kamu minta akan dipilihkan Kalau bentuk jawaban tidak kamu tentukan, AI hampir selalu memberi paragraf panjang plus basa basi. Menyebut format menghemat waktu merapikan dan bikin hasilnya bisa langsung
Pelajaran 09
Sebutkan pantangannya, jangan berharap ditebak Prompt yang matang bukan cuma daftar permintaan. Ada bagian kedua yang sama pentingnya: apa yang TIDAK boleh muncul. Tiga batasan yang paling sering menyelamatkan Jangan men
Pelajaran 10
Jangan mengulang dari nol Kesalahan paling umum: hasil pertama jelek, chat ditutup, prompt diketik ulang dari awal. Padahal jawaban yang salah itu informasi — dia menunjukkan bagian mana dari instruksimu yang masih koson
Pelajaran 11
Pisahkan tiga pekerjaan yang berbeda Menulis dengan AI jadi berantakan kalau semuanya diminta sekaligus. Pecah jadi tiga giliran, supaya kamu sempat membetulkan arah sebelum kalimatnya telanjur banyak. Giliran 1 — kerang
Pelajaran 12
Analisis butuh bahan, bukan ingatan Untuk pekerjaan analisis, kerja terbesarmu ada sebelum prompt: menyiapkan bahan. AI yang tidak diberi data akan menjawab dari rata rata internet, dan rata rata internet tidak ada hubun
Pelajaran 13
Kamu tidak perlu bisa ngoding untuk memakai kode Banyak pekerjaan kecil lebih cepat selesai dengan sepotong kode daripada klik berulang: merapikan 3.000 nomor HP, menyeragamkan format tanggal, memisahkan nama depan dan b
Pelajaran 14
Prompt sekali pakai itu boros Kalau satu pekerjaan kamu ulang lebih dari tiga kali sebulan, prompt nya layak disimpan. Yang disimpan bukan percakapannya, tapi TEMPLATE nya: prompt berlubang yang tinggal diisi. Kerangka t