Lompat ke konten
Rahman FakhruDiskusi proyek

Pelajaran 05 / 14

Konvensi Kode & Wilayah File: Zero Shared Writes

Aturan yang menghindarkan drama terbesar: tabrakan edit Bayangkan dua orang mengedit dokumen yang sama secara offline, lalu mencoba menggabungkan hasilnya secara manual. Itulah yang terjadi kalau dua agent menulis ke fil

#Aturan yang menghindarkan drama terbesar: tabrakan edit

Bayangkan dua orang mengedit dokumen yang sama secara offline, lalu mencoba menggabungkan hasilnya secara manual. Itulah yang terjadi kalau dua agent menulis ke file yang sama tanpa koordinasi ketat.

Prinsip zero shared writes: setiap worker HANYA menulis file baru atau file yang sudah jadi wilayahnya sendiri (biasanya satu folder/fitur). File bersama (skema database, file konfigurasi utama, dokumen aturan itu sendiri) hanya boleh diubah oleh integrator, atau lewat proses "usulan" yang integrator setujui.

#Cara membagi wilayah yang jelas

  • Per FITUR/vertical-slice (mis. satu worker = satu fitur end-to-end) — paling umum & paling aman.
  • Per FILE BARU eksplisit (mis. "tulis TEPAT SATU file baru: nama-file.ts") — cocok untuk tugas sempit seperti data/konten.
  • HINDARI membagi berdasarkan "jenis file" lintas fitur (mis. "kamu urus semua CSS, aku urus semua JS") — ini nyaris selalu berujung file yang sama disentuh dua orang.

#Konvensi kode yang mendukung kerja paralel

  • Penamaan file & folder yang konsisten (dokumentasikan, jangan andalkan kebiasaan).
  • Pesan commit terstruktur (mis. konvensi feat/fix/chore diikuti penjelasan singkat) — memudahkan audit siapa mengubah apa dan kenapa.
  • Satu gaya penanganan error/log di seluruh proyek, supaya hasil worker berbeda tetap terasa satu produk.

Kalau worker menemukan dirinya BUTUH mengubah file di luar wilayahnya, itu sinyal untuk berhenti dan mengusulkan perubahan ke integrator — bukan menerabas.

#Referensi