#Kesalahan yang paling sering membuat wave kerja berantakan
- Wilayah tidak jelas — "tolong rapikan bagian ini" tanpa menyebut file/folder persis. Worker akan menebak, dan tebakannya bisa menabrak worker lain.
- Tidak ada definisi selesai — tanpa kriteria konkret, worker (dan kamu) tidak punya cara objektif menilai "sudah beres".
- Terlalu banyak tugas dalam satu assignment — menggabungkan beberapa fitur tak berkaitan dalam satu prompt membuang keunggulan paralelisasi; pecah jadi assignment terpisah.
- Lupa menyebut rujukan pola — worker menulis gaya sendiri yang tidak konsisten dengan proyek; selalu tunjuk contoh nyata untuk ditiru strukturnya.
- Tidak ada jalan keluar saat buntu — tanpa instruksi "kalau buntu, berhenti dan laporkan", worker berisiko menebak-nebak, atau diam-diam melebar ke luar wilayahnya.
- Melupakan aturan zero-cost/keamanan yang berlaku di seluruh proyek — asumsikan worker TIDAK otomatis tahu aturan global kalau tidak kamu tulis ulang atau tunjuk dokumennya.
Uji dirimu sebelum mengirim assignment: kalau prompt ini dikirim ke orang yang belum pernah melihat proyekmu sama sekali, apakah dia tahu PERSIS batas kerjanya dan kapan berhenti? Kalau ragu, tulis ulang bagian yang kabur.
Latihan gratis: ambil satu instruksi yang pernah kamu tulis untuk AI, cek terhadap enam anti-pattern di atas, revisi yang kurang.