#Dokumen yang bikin ngantuk sebelum paragraf ketiga
Perjanjian sewa, syarat dan ketentuan aplikasi, SOP kantor, surat edaran sekolah, polis asuransi. Bukan karena kamu tidak mampu membacanya, tapi karena bahasanya memang padat. Di sinilah AI paling cepat terasa manfaatnya: tempel isinya, lalu bertanyalah seperti ke teman yang sabar.
#Lima pertanyaan standar untuk dokumen apa pun
- Ringkas dokumen ini jadi lima poin dengan bahasa sehari-hari.
- Apa saja KEWAJIBANKU di sini, dan kapan tenggatnya?
- Bagian mana yang berpotensi merugikan aku, dan kenapa?
- Istilah apa saja yang biasanya tidak dipahami orang awam? Jelaskan satu per satu.
- Hal penting apa yang TIDAK diatur di dokumen ini?
Pertanyaan kelima sering paling berharga — yang tidak tertulis biasanya yang jadi masalah belakangan.
#Batas yang harus kamu pegang
Kalau dokumennya panjang, potong per bagian lalu minta ringkasan gabungan di akhir. Samarkan dulu nama, NIK, dan nomor rekening (lihat materi daftar merah). Dan yang paling penting: nomor pasal serta angka rupiah yang disebut AI WAJIB kamu cocokkan sendiri ke dokumen aslinya.
AI bukan pengacara, bukan notaris, bukan petugas pajak. Ia bagus untuk membuatmu PAHAM sebelum bertanya ke ahlinya — bukan untuk menggantikan ahlinya saat tanda tangan sudah di depan mata.