#Jawaban pertama itu draft, bukan hasil
Pemula biasanya berhenti di jawaban pertama: kalau cocok dipakai, kalau tidak cocok ditinggal. Padahal nilai terbesar AI ada di putaran kedua dan ketiga — dan itu cuma butuh satu kalimat tambahan.
#Enam kalimat lanjutan yang hampir selalu berguna
- "Terlalu panjang. Buat jadi maksimal lima kalimat."
- "Beri contoh konkret dengan konteks Indonesia."
- "Bagian mana dari jawabanmu yang kamu paling tidak yakin?"
- "Apa asumsi yang kamu pakai tanpa aku sebutkan?"
- "Tulis ulang untuk pembaca yang tidak paham istilah teknis."
- "Beri dua pilihan lain, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya."
#Perbaiki, jangan mengulang dari nol
Menempel ulang seluruh permintaan dari awal membuang konteks yang sudah terbangun. Cukup sebut APA yang kurang: "nadanya terlalu kaku", "poin ketiga tidak relevan, hapus", "pertahankan strukturnya, ganti contohnya". Semakin spesifik keluhanmu, semakin sedikit putaran yang kamu butuhkan.
#Kapan justru harus buka percakapan baru
Ingat context window di materi kedua: percakapan yang terlalu panjang membuat bagian awal seperti terlupa. Buka chat baru kalau topikmu berganti, kalau jawabannya mulai berputar-putar, atau kalau AI terus mengulang kesalahan yang sudah dua kali kamu koreksi.