Live experiment · reusable showcase engine
RAHMAN 3D
Showcase 3D yang dapat dipakai ulang dan dikendalikan scroll, dengan keyframe kamera, model GLB yang dapat diganti, serta studio terlindungi untuk mengedit lintasan kamera dan teks presentasi.
3D baru berguna ketika kamera, copy, loading, dan mobile behavior bergerak sebagai satu sistem.
Eksperimen ini dimulai dari self-portrait yang tidak sempurna. Alih-alih menyembunyikan hasil AI yang aneh, halaman menjadikannya bagian dari voice: kacamata benar, rambut terlalu optimistis, dan bentuk rahang dibiarkan jujur.
Scroll progress mengendalikan camera path, target, zoom, screen shift, serta waktu munculnya copy. Model bukan dekorasi di belakang landing page; ia menjadi struktur navigasi cerita.
Engine dipisahkan dari content dan model. Studio dapat mengganti model, menyimpan copy, mengatur keyframe, lalu menerbitkan versi yang berbeda tanpa membongkar host app.
Apa yang benar-benar dibangun.
Fitur di bawah bukan roadmap dekoratif. Semuanya berasal dari produk dan dokumentasi yang berjalan saat case study ini disusun.
Camera choreography
Scroll progress dipetakan ke orbit, zoom, target, screen shift, dan beberapa titik berhenti yang dapat disetel.
Model pipeline
GLB bisa diganti, dikompresi, dan dipreload; loading path dibuat eksplisit karena aset 3D tidak boleh menghambat halaman tanpa feedback.
Story timing
Copy memiliki fade windows yang berpasangan dengan posisi kamera sehingga teks dan objek tidak saling menutup.
Responsive framing
Komposisi desktop dan mobile memakai camera framing berbeda; mobile bukan sekadar canvas desktop yang dikecilkan.
Editable studio
Content, model, dan publish state dipisah agar showcase dapat digunakan ulang untuk produk, talent, atau objek lain.
Honest voice
Humor dan keterbatasan hasil generatif dipakai sebagai bagian cerita, tanpa mengubah eksperimen menjadi klaim komersial palsu.
Bukti, bukan mockup.
Semua frame berasal dari repository atau capture produk. Tidak ada dashboard palsu yang dibuat khusus untuk portfolio.
Reference — bahan awal untuk membangun self-portrait 3D.
Mesh head — hasil generasi sebelum digabung dan dioptimalkan.
Mesh body — satu bagian dari pipeline model modular.
Yang terbawa ke proyek berikutnya.
3D yang kuat adalah masalah choreography dan delivery, bukan hanya polygon count.
Prinsip ini sekarang dipakai lagi saat merancang produk, workflow, dan sistem lain.
Mobile membutuhkan camera direction sendiri, bukan scaling dari desktop.
Prinsip ini sekarang dipakai lagi saat merancang produk, workflow, dan sistem lain.
Ketidaksempurnaan generatif dapat menjadi voice jika dijelaskan dengan jujur.
Prinsip ini sekarang dipakai lagi saat merancang produk, workflow, dan sistem lain.