Lompat ke konten
Rahman FakhruDiskusi proyek

3D interaktif di web

Pengalaman 3D interaktif di web memungkinkan pengunjung mengubah sudut pandang atau mengikuti cerita melalui model yang dirender di browser. Model, kamera, teks, loading, dan perilaku mobile perlu dirancang sebagai satu pengalaman.

Panduan pengalaman digital · Rahman Fakhru

Apa yang perlu disiapkan?

Mulai dari tujuan pengunjung: memahami bentuk produk, menjelajahi ruang, atau mengikuti cerita. Tentukan aset 3D yang tersedia, ukuran file, titik pandang penting, teks yang harus tetap terbaca, dan alternatif ketika perangkat tidak dapat menjalankan scene dengan lancar.

01

Model dan loading

Pilih format dan tingkat detail yang sesuai. Beri umpan balik saat model dimuat, siapkan poster atau konten dasar yang tetap bisa dibaca, dan periksa hasil pada jaringan serta perangkat yang lebih terbatas.

02

Kamera dan cerita

Atur hubungan antara gerakan kamera, fokus objek, dan kemunculan copy. Interaksi harus membantu pengunjung memahami hal yang ditunjukkan, bukan menutupi informasi penting.

03

Mobile dan aksesibilitas

Periksa komposisi secara terpisah pada layar sempit, dukung preferensi gerak yang lebih rendah, dan pastikan navigasi serta isi utama tetap dapat digunakan tanpa mengandalkan animasi.

Bukti implementasi: Scroll 3D

Eksperimen Scroll 3D memakai model GLB yang dapat diganti, progress scroll untuk mengatur kamera, empat titik cerita pada demo self-portrait, serta framing desktop dan mobile yang berbeda. Studi kasusnya menjelaskan pipeline, keterbatasan hasil generatif, dan tampilan produk yang berjalan; ini bukan klaim hasil komersial klien.

Baca studi kasus dan lihat demo

Berbeda dari visualisasi interior

Visualisasi interior membantu membahas tata ruang, material, pencahayaan, dan pilihan desain ruang. Pengalaman 3D web berfokus pada interaksi browser, model digital, cerita, dan delivery lintas perangkat. Satu proyek bisa membutuhkan keduanya, tetapi cakupan, aset, serta kriteria penerimaannya harus dibedakan.