#Portofolio itu jawaban, bukan pameran
Sebelum menyusun apa pun, cari tahu dulu pertanyaan yang mau kamu jawab. Cara paling murah: baca iklan lowongan dan brief klien di bidangmu, lalu hitung kata yang terus berulang.
#Latihan 30 menit
- Buka LinkedIn Jobs atau Glints, cari posisi yang kamu incar, ambil 10 lowongan.
- Salin bagian "kualifikasi" dan "tanggung jawab" ke satu Google Docs.
- Tandai setiap kata kerja yang muncul di minimal 3 dari 10 lowongan itu.
Kalau kamu mengarah ke freelance, ganti sumbernya: 10 job posting di Sribu atau Projects.co.id, plus permintaan jasa yang lewat di grup WhatsApp/Facebook komunitasmu.
#Ubah jadi daftar bukti
| Yang sering diminta | Bukti yang harus ada di portofolio |
|---|---|
| "membuat laporan bulanan" | satu contoh laporan, data disamarkan |
| "koordinasi vendor" | cerita singkat: masalah, aksi, hasil |
| "mahir Excel/Sheets" | file yang bisa dibuka dan dilihat rumusnya |
Kalau satu permintaan muncul di 8 dari 10 lowongan tapi tidak ada buktinya di portofoliomu, itu lubang paling mahal — tambal duluan.
Simpan dokumen ini. Tiap kali kamu selesai satu proyek, cek lagi: baris mana yang baru saja terbukti?