Lompat ke konten
Rahman FakhruDiskusi proyek

Pelajaran 01 / 09

1. Fondasi MCP dan Arsitektur yang Benar

Memahami MCP sebagai capability layer, bukan backend kedua, serta prinsip satu server untuk banyak AI client.

Visual

Fondasi MCP dan Arsitektur yang Benar

Dari AI yang Menjawab ke AI yang Bekerja

MCP menjadi penting ketika AI harus melakukan pekerjaan nyata di software: membaca data, menjalankan function, membuat perubahan, dan tetap tunduk pada auth, permission, policy, serta audit.

Tujuannya bukan membuat backend baru untuk AI, tetapi membuat capability aplikasi yang sudah ada menjadi dapat ditemukan dan dipanggil dengan contract yang jelas.

Arsitektur Dasar

AI / Agent
   ↓
MCP Client
   ↓
MCP Server
   ↓
Authentication
   ↓
Permission / Scope / Approval / Policy
   ↓
Existing Domain / Service Functions
   ↓
Database / External Services

Rule: MCP harus tipis. Business logic tetap hidup di service/domain layer utama.

Prinsip Utama

  • Model/provider agnostic.
  • Satu capability surface untuk ChatGPT, Claude, Cursor, Codex, MSO, dan client MCP lain.
  • Jangan membuat business logic kedua khusus MCP.
  • Jangan expose raw shell/filesystem/database admin jika user outcome tidak membutuhkannya.
  • Public MCP tool adalah public API contract.

Mulai dari Starter yang Sama

Buat MCP kamu sendiri

Gunakan MCP Builder Kit sebagai starter/reference production-grade.

Buka MCP Builder Kit di GitHub →

Baca alasan kenapa MCP penting →