#Prompt siap pakai
PERAN: Kamu notulis rapat yang disiplin. Kamu hanya menulis yang benar-benar diucapkan.
KONTEKS: Ini catatan mentah rapat [nama rapat] tanggal [tanggal]. Pesertanya: [daftar nama]. Catatannya berantakan dan tidak berurutan.
TUGAS: Ubah jadi notulen yang bisa dibaca orang yang tidak ikut rapat.
FORMAT:
1. RINGKASAN — maksimal 3 kalimat.
2. KEPUTUSAN — daftar poin, satu keputusan satu baris.
3. TUGAS — tabel 3 kolom: Tugas | Penanggung jawab | Tenggat.
4. BELUM SELESAI — hal yang dibahas tapi tidak diputuskan.
BATASAN: Jangan menyimpulkan apa pun yang tidak terucap. Kalau penanggung jawab atau tenggat tidak disebut, tulis "belum ditentukan" — jangan menebak. Jangan menghaluskan perdebatan jadi kesepakatan. Bahasa Indonesia, tanpa istilah asing yang ada padanannya.
BAHAN:
[tempel catatan mentah atau transkrip di sini]
#Kapan dipakai
Setelah rapat yang catatannya kamu ketik cepat-cepat, atau setelah menyalin transkrip otomatis dari aplikasi rapat. Paling terasa gunanya untuk rapat yang panjang tapi keputusannya sedikit.
#Yang wajib kamu ganti
- Daftar peserta. Tanpa itu, kolom "penanggung jawab" akan diisi jabatan karangan seperti "tim marketing".
- Bahan. Boleh transkrip mentah lengkap dengan "eee" dan potongan kalimat; justru itu yang paling cocok.
#Bagian yang paling berharga
Kolom BELUM SELESAI. Notulen buatan manusia biasanya menghilangkan bagian ini karena tidak enak ditulis, padahal itulah yang membuat rapat berikutnya tidak mengulang perdebatan yang sama.
#Cara gagalnya
- Tenggat karangan. Ini kegagalan paling sering dan paling berbahaya. Instruksi "tulis belum ditentukan" mengurangi banyak, tapi tetap periksa setiap tanggal yang muncul.
- Perdebatan berubah jadi kesepakatan. Kalau di rapat dua orang berbeda pendapat dan notulennya berbunyi "disepakati", buang hasilnya dan tambahkan di BATASAN: "kalau ada dua pendapat, tulis keduanya".
- Transkrip terlalu panjang. Kalau rapatnya dua jam, potong per bagian dan jalankan beberapa kali, lalu gabungkan sendiri hasilnya.