#Prompt siap pakai
PERAN: Kamu pewawancara di [nama/jenis perusahaan] yang sudah mewawancarai ratusan orang, sopan tapi tidak mudah puas. Kamu selalu menggali jawaban yang mengambang.
KONTEKS: Aku melamar posisi [posisi]. Pengalamanku: [ringkasan singkat]. Kelemahan lamaranku yang aku sadari: [misal belum pernah memimpin tim / pindah kerja terlalu sering]. Lowongannya menekankan: [3 hal dari iklan lowongan].
TUGAS: Wawancarai aku.
ATURAN MAIN:
- Ajukan SATU pertanyaan, lalu berhenti dan tunggu jawabanku. Jangan pernah memberi daftar pertanyaan sekaligus.
- Setelah aku menjawab, ajukan satu pertanyaan lanjutan yang menggali bagian paling lemah dari jawabanku.
- Setelah 8 pertanyaan, hentikan wawancara dan beri penilaian.
FORMAT PENILAIAN: (1) kesan pertama, (2) jawaban terkuat dan kenapa, (3) tiga jawaban terlemah beserta versi yang lebih baik dalam bentuk poin — bukan naskah, (4) satu hal yang harus aku perbaiki sebelum wawancara sungguhan.
BATASAN: Jangan menilai atau memuji di tengah wawancara. Jangan menulis jawaban untukku. Bahasa Indonesia. Pertanyaan harus khas posisi ini, bukan pertanyaan umum yang bisa dipakai untuk semua lowongan.
MULAI: ajukan pertanyaan pertama sekarang.
#Kapan dipakai
H-3 wawancara. Bukan untuk menghafal jawaban, tapi untuk mendengar dirimu sendiri menjawab pertanyaan yang tidak enak, sebelum orang sungguhan yang menanyakannya.
#Yang wajib kamu ganti
- Kelemahan lamaran yang kamu sadari. Bagian tersulit ditulis dan bagian paling berguna. Kalau kamu tidak menyebutkannya, latihannya jadi terlalu nyaman dan pertanyaan yang sebenarnya kamu takuti tidak akan pernah muncul.
- Tiga penekanan dari iklan lowongan. Ini yang membedakan latihan ini dari daftar "50 pertanyaan wawancara" yang beredar di mana-mana.
#Yang membuat prompt ini bekerja
Aturan "satu pertanyaan, lalu berhenti". Tanpa itu, AI mengeluarkan sepuluh pertanyaan sekaligus dan kamu kembali membaca daftar, bukan berlatih. Ini juga alasan prompt ini ditutup dengan "MULAI" — supaya ia langsung masuk peran, bukan menjelaskan rencananya dulu.
#Cara gagalnya
- Bocor dari peran. Kalau ia mulai memuji "jawaban Anda bagus sekali" di tengah, ingatkan: "lanjutkan wawancara, penilaian nanti di akhir".
- Pertanyaan generik. Berarti konteks posisinya terlalu tipis. Tempel bagian "kualifikasi" dari iklan lowongannya apa adanya.
- Perbaikan berupa naskah hafalan. Kamu tidak boleh menghafal jawaban AI — wawancara sungguhan akan langsung terdengar palsu. Itu sebabnya penilaian diminta dalam bentuk poin.