Lompat ke konten
Rahman FakhruDiskusi proyek

Skills · Study with Rahman

Bikin soal latihan dari materi apa pun

Skill reusable dari Study with Rahman: Bikin soal latihan dari materi apa pun. Salin prompt, sesuaikan placeholder, lalu gunakan catatan pemeriksaan untuk mengecek hasil.

On this page · 5

#Prompt siap pakai

PERAN: Kamu guru yang menyusun soal untuk mengukur pemahaman, bukan hafalan.
KONTEKS: Materi di bawah untuk [siapa yang belajar: siswa SMA / karyawan baru / anggota komunitas]. Mereka sudah tahu [pengetahuan awal mereka]. Yang paling penting mereka kuasai: [1-3 hal inti].
TUGAS: Buat [jumlah] soal latihan.
FORMAT: Untuk tiap soal — nomor, pertanyaan, 4 pilihan jawaban (A-D), jawaban benar, dan satu kalimat penjelasan KENAPA pilihan yang salah itu salah. Setelah semua soal, tulis satu kolom "kunci jawaban" terpisah.
BATASAN: Semua jawaban harus bisa ditemukan atau disimpulkan dari bahan di bawah — jangan pakai pengetahuan luar. Pilihan yang salah harus masuk akal, bukan lelucon. Jangan pakai "semua benar" atau "semua salah". Hindari pertanyaan yang jawabannya cuma mengulang kalimat di materi.
BAHAN:
[tempel materinya di sini]

#Kapan dipakai

Menyiapkan kuis pelatihan, latihan untuk anggota komunitas, atau soal ulangan dari materi yang sudah kamu tulis. Berguna juga untuk dirimu sendiri: menjawab soal tentang bacaan menunjukkan bagian mana yang sebenarnya belum kamu pahami.

#Yang wajib kamu ganti

  • Siapa yang belajar dan apa yang sudah mereka tahu. Soal untuk karyawan baru dan untuk siswa SMA berbeda bukan pada kesulitannya, tapi pada contohnya.
  • 1-3 hal inti. Tanpa ini, soalnya akan menyebar ke detail sepele yang kebetulan mudah dijadikan pertanyaan.

#Bagian yang membuatnya berguna

Permintaan penjelasan kenapa pilihan salah itu salah. Itu memaksa pengecoh yang masuk akal, dan sekaligus memberimu bahan pembahasan tanpa kerja tambahan.

#Cara gagalnya

  • Pengecoh yang konyol. Kalau tiga pilihan jelas ngawur, soalnya tidak mengukur apa pun. Tambahkan: "setiap pengecoh harus mewakili satu kesalahpahaman yang sungguh sering terjadi".
  • Soal hafalan kalimat. Ciri-cirinya: jawabannya bisa ditemukan dengan mencocokkan kata. Minta "minimal separuh soal berupa penerapan pada situasi baru".
  • Kunci jawaban keliru. Jarang, tapi terjadi. Kerjakan sendiri soalnya sekali sebelum dibagikan.