Lompat ke konten
Rahman FakhruDiskusi proyek

Apa itu vibe coding?

Vibe coding adalah cara membuat prototipe perangkat lunak dengan menjelaskan kebutuhan kepada AI coding tool, lalu membaca perubahan, menjalankan aplikasi, dan menguji hasilnya. Instruksi mempercepat percobaan; manusia tetap menentukan apakah hasilnya benar dan aman dipakai.

Panduan belajar · Rahman Fakhru

Mulai dari pekerjaan yang kecil

Pilih satu alur yang bisa diperiksa, misalnya formulir sederhana yang menyimpan draft secara lokal. Tulis siapa yang memakainya, input yang diterima, perilaku saat input salah, dan tanda bahwa tugas selesai. Contoh latihan tidak membutuhkan data pelanggan atau kredensial produksi.

01

Beri brief dan batas

Jelaskan tujuan, teknologi yang sudah ada, bagian yang boleh diubah, dan contoh hasil yang diharapkan. Minta tool menyebut asumsi sebelum membuat perubahan yang belum jelas.

02

Periksa perubahan

Baca file yang diubah dan alasan tiap perubahan. Jalankan aplikasi di lingkungan pengembangan, coba alur utama, input tidak valid, serta penggunaan keyboard dan layar kecil.

03

Putuskan sebelum merilis

Bandingkan hasil dengan brief. Periksa akses data, dependensi, pesan kesalahan, dan perilaku ketika layanan gagal. Simpan perubahan yang lulus pemeriksaan; revisi atau batalkan sisanya.

Apa yang perlu dipelajari?

Pemula dapat mulai dari brief, tampilan, dan pemeriksaan hasil. Untuk pekerjaan yang menyentuh kode yang dipakai orang lain, pahami struktur proyek, Git, cara menjalankan tes, dan batas akses tool. Kemampuan mengajukan instruksi tidak menggantikan kemampuan mengevaluasi hasilnya.

Kapan meminta pendampingan?

Jika prototipe perlu terhubung ke sistem tim, memproses data pribadi, atau dipakai dalam keputusan penting, tentukan pemilik akses, kriteria penerimaan, pengujian, dan jalur pemulihan lebih dulu. Workshop dapat disusun berdasarkan tingkat peserta dan satu contoh kerja yang boleh dibagikan.