#Mood Board: Bridge antara Brief dan Konstruksi
Mood board bukan dekorasi presentasi. Tujuannya satu — selaraskan ekspektasi visual klien sebelum gambar kerja dibuat.
#Tahap 1: Brief Mining
Saat brief, gw rekam catatan dalam tiga kolom:
- Functional: jumlah ruang, sirkulasi, storage
- Emotional: kata sifat (hangat, tenang, dramatis)
- Referensi: link gambar yang klien suka/benci
#Tahap 2: Curate, Bukan Generate
Mood board generate AI bagus untuk eksplorasi awal tapi rentan generik. Final mood board harus curate dari proyek riil — Behance, Archdaily, foto perjalanan sendiri.
#Tahap 3: Tools
- Milanote untuk infinite canvas
- Figma untuk final layout 16:9 yang bisa di-share
- Pinterest private board untuk sumber
#Tahap 4: Presentasi
Susun mood board per zona (living, master bed, dapur), bukan per gaya. Klien lebih mudah respond "saya suka dapur ini" daripada "saya suka mood Japandi".
#Anti-Revisi Pattern
Setiap gambar mood board harus disertai keterangan: material, palette, lighting, mood. Klien yang setuju "saya suka beton ekspos + kayu jati + warm light" lebih sulit revisi total di tahap berikutnya.
#Output Tipikal
3-5 mood board (per zona utama) + 1 master palette sheet. Total 1 minggu untuk rumah 200m². Lebih cepat = kurang riset. Lebih lama = klien bosan.
